Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Memahami Al-Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman para Salafusshalih

Adab Makan

Senin, 28 Maret 2016

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 29 Jumadal Ūlā 1437 H / 09 Maret 2016 M
👤 Ustadz Firanda Andirja, MA
📗 Kitābul Jāmi' | Bulūghul Marām
🔊 Hadits ke-15 | Adab Makan (Makan & Minum Dengan Tangan Kanan)
⬇ Download Audio: http://bit.ly/BiAS04-KJ-Bab01-H15
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ADAB MAKAN (MAKAN & MINUM DENGAN TANGAN KANAN)


بسم اللّه الرحمن الرحيم


Kita masuk pada halaqah yang ke-18. 


َوَعَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ (أخرجه مسلم)


Dari Ibnu 'Umar radhiyallāhu Ta'āla 'anhumā bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda : 


"Jika salah seseorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Sesungguhnya syaithān makan dengan tangan kirinya dan syaithān minum dengan tangan kirinya pula." 

(HR Imām Muslim)

Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, 


Sebagian ulama berpendapat bahwasannya makan dengan tangan kanan dan minum dengan tangan kanan hukumnya hanya sekedar sunnah, tidak sampai pada derajat wajib karena ini berkaitan dengan masalah adab dan pengarahan.


Namun pendapat yang benar adalah bahwasanya makan dan minum dengan tangan kanan hukumnya adalah WAJIB, bukan hanya sekedar sunnah, karena banyak dalil yang menunjukkan hal ini.


■ PERTAMA 


Di antara dalil yang paling kuat adalah hadits ini, yaitu makan dan minum dengan tangan kanan dalam rangka untuk menyelisihi syaithān yang makan dan minum dengan tangan kiri. 


Dan Allāh Subhānahu wa Ta'ālā memerintahkan kita untuk menyelisihi syaithān dan kita wajib untuk menyelisihi syaithān. 


Kata Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ 


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan."  

(QS An-Nūr: 21)

Karena syaithān diantara sifat nya makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri, maka kita diperintahkan untuk menyelisihi syaithān. Ini juga dalil kita beriman dengan hal yang ghāib tentang syaithān. 


Syaithān tidak kita lihat tapi tetapi kita yakin bahwa syaithan juga makan, kita yakin syaithān juga minum, dia makan dengan tangan kiri dan dia minum dengan tangan kiri.


Di antara dalil yang menguatkan akan hal ini bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  menyebutkan dalam beberapa hadits yang menyebutkan tentang dampak dari makan dan minumnya syaithān yaitu diantara dampak makan dan minumnya adalah buang air.


◆ Seperti dalam hadits bahwasanya disebutkan tentang seseorang di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam berkata, 


مَا زَالَ نَائِمًا حَتَّى أَصْبَحَ، مَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ، فَقَالَ: بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنِهِ.


"Bahwasanya orang tersebut ketiduran sampai pagi hari dan tidak bangun untuk shalat Shubuh. Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan bahwa syaithan telah kencing di telinga orang tersebut (ini sehingga tertidur pulas dan tidak mendengar adzan shubuh)."

(HR. Imām Al-Bukhāri)

Hadīts ini menunjukkan bahwasanya syaithān buang air kecil yang merupakan proses/hasil makan dan minumnya. 


◆ Dalam hadits yang lain Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menyebutkan bahwa syaithān buang angin. 


Disebutkan bahwasanya syaithān itu tatkala orang hendak shalat maka diganggu oleh syaithān, tatkala dikumandangkan adzan maka syaithān lari.


Kata Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam, 


إِذَا نُودِيَ لِالصَّلاَةِ ، أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ 


"Jika dikumandangkan adzan untuk shalat maka syaithan pun lari dan dia memiliki kentut, dia memliki buang angin."

(HR Bukhāri no. 583 dari shahābat Abū Hurairah)

Ini juga menujukkan syaithan makan dan minum kemudian buang air dan juga buang angin. Kita beriman akan hal yang ghāib ini. 


Jadi yang menunjukkan makan dan minum dengan tangan kanan hukumnya WAJIB adalah kita diperintahkan untuk menyelisihi syaithān karena syaithān makan dan minum dengan tangan kiri.


■ KEDUA 


Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam memerintahkannya secara mutlak.

Seperti Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan, 

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ


"Wahai anak muda, sebutlah nama Allāh dan makanlah dengan tangan kananmu."

(HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

■ KETIGA 


Demikian juga, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam pernah mendoakan keburukan bagi orang yang makan dengan tangan kiri. Dalam hadits Salamah bin Al Akwa radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu, 


أن رجلا أكل عند رسول الله صلى الله علية وسلم بشماله . فقال : " كل بيمينك " قال : لا أستطيع . قال : " لا استطعت " ما منعه إلا الكبر . قال : فما رفعها إلى فيه .


"Ada seorang yang makan di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan tangan kiri, maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan, "Makanlah dengan tangan kananmu."


Kata orang tersebut: "Saya tidak bisa makan dengan tangan kanan."


Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan bagi orang ini, Beliau mengatakan: "Engkau tidak akan mampu, sesungguhnya tidak menghalanginya kecuali karena kesombongan."


Maka orang ini pun tidak mampu mengangkat tangan kanannya untuk makan setelah itu, dia selalu menggunakan tangan kirinya."

(HR Muslim no. 2021) 

Kenapa? Karena dia tidak mau menggunakan tangan kanan dan karena dido'akan keburukan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.


Kalau seandainya perkara makan hanya makan dengan tangan kanan hanyalah sunnah (tidak wajib) maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak akan mendo'akan keburukan bagi orang ini. 


Para ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'ālā, diantara perkara yang perlu kita perhatikan bahwasanya, 


● ⑴ Yang merupakan ta'abbud (merupakan perkara ibadah) adalah makan dan minum dengan tangan kanan.


Adapun menggunakan sendok, misalnya menggunakan sumpit untuk makan ini merupakan perkara adat istiadat.


Yang penting, tatkala kita menggunakan sumpit atau sendok tersebut kita menggunakannya dengan tangan kanan.


Perkara yang perlu saya ingatkan juga: 


● ⑵ Mengenai minum dengan tangan kiri. 


Ini kebiasaan sebagian orang, terutama tatkala sedang makan kemudian tangan kanannya kotor maka dia pun memegang gelas dengan tangan kiri kemudian minum dengan tangan kiri. 


Ini merupakan perkara yang diharamkan (maka tidak boleh), seseorang meskipun tangannya kotor maka dia berusaha memegang gelas tersebut dengan tangan kanan, nanti toh gelas tersebut akan dicuci juga. Maka jangan gara-gara takut gelasnya kotor maka dia minum dengan tangan kiri karena ini mengikuti cara syaithān. 


● ⑶ Demikian juga seseorang makan dengan menggunakan dua tangan misalnya, tangan kanannya memegang sendok, tangan kirinya memegang garpu.


Maka ingatlah, tangan kiri hanya sekedar untuk membantu tapi tatkala mengangkat makanan hendaknya dengan tangan kanan.


Jangan sampai seseorang kemudian menggunakan garpunya dengan tangan kirinya menusukan makanan, kemudian dia makan dengan tangan kirinya, inipun diharamkan oleh para ulama karena mengikuti syaithān. 


Demikianlah apa yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini. 


وبالله التوفيق والهداية 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
__________________________
📚 by management  takhassus assunnah 🏢

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Niat di dalam hati

🔺Niat Di dalam Hati🔺


Tempat niat adalah di dalam hati dan bukan lisan berdasarkan kesepakatan para imam kaum muslimin disetiap ibadah; wudhu, sholat, zakat, puasa, haji, dan yang lainnya..

📝 Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah

📚 Majmu' ar-rasa'il al-kubra (1/243)
_______
🏢 by management ICA takhassus assunnah..📚

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok




Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Kondisi Manusia

TausiyahBimbinganIslam
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📆 Selasa, 13 Jumadil Akhir 1437 H / 22 Maret 2016 M

📖 Kondisi Manusia


Jika engkau memperhatikan kondisi manusia, maka engkau akan dapati :

- Ada yang jika engkau melihatnya maka engkau berkata, "Maasyaa Allah"
- Ada yang jika engkau memandangnya niscaya engkau berkata, "Subhaanallah"
- Ada yang jika engkau menatapnya engkau berkata, "Allahu Akbar"
- Ada yang jika engkau meliriknya engkau berkata, "Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji'uun"
- Ada yang jika engkau memperhatikannya engkau berkata, "Hasbunallahu wa ni'mal wakiil"
- Ada yang engkau berkata, "Astaghfirullah wa atuubu ilaih"
- Ada yang engkau berkata, "Alhamdulillah alldzi 'afaani mimmaa ubtuliita bih" (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari cobaan yang engkau alami)
- Ada yang engkau berkata kepadanya, "Syafaakallahu…" (semoga Allah menyembuhkanmu dari penyakitmu)
- Ada yang engkau berkata, "A'uudzu billahi minasysyaithoonirrojiim"

Sekarang cobalah engkau memandang dan merenungkan dirimu dan jiwamu…

Renungkan kondisimu…
Maka jika ada orang yang melihatmu maka apakah yang kira-kira akan ia ucapkan?

Lantas jika ia melihat hakikat dirimu yang sebenarnya tatkala engkau bersendirian, maka kira-kira apakah yang akan ia ucapkan?


Akan tetapi yang terpenting bukanlah penilaian manusia akan tetapi penilaian Allah subhaanahu wa ta'aalaa


✒ Ustadz Firanda Andirja, MA

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
🏢 management "ICA" takhassus assunnah📚

Rekening : BIDIK INFAQ

Bersama "ICA"
Bank Syariah Mandiri
ac: 709 6755 176
an: Yayasan Islamic Centre As Sunnah

Konfirmasi donasi:

ADE FAISAL: 0815 1680 048 (WA)  ➡ contoh ketik;
bidik infak #nama#
alamat#jumlah

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Penggolongan Manusia Berdasarkan Harta dan Ilmu Agamanya

🚘   📚   PENGGOLONGAN MANUSIA BERDASARKAN HARTA DAN ILMU AGAMANYA.


🌹   Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,



🌴 " Terdapat Empat golongan manusia di dunia ini :



(1.) Golongan yang dikaruniai HARTA DAN ILMU AGAMA ;

- Dia BERTAKWA kepada Allah terhadap dua karunia-NYA itu, 
- Menyambung silaturahmi, dan
- Mengetahui hak-hak Allah pada keduanya.
Golongan ini mendapat kedudukan yang PALING UTAMA.


(2.) Golongan yang dikaruniai ILMU AGAMA namun TIDAK dikaruniai HARTA.

Meski demikian, dia memiliki NIAT YANG TULUS untuk BERAMAL, bahkan dia berkata : 'Jika saja aku MEMILIKI HARTA, tentu aku akan BERINFAK seperti amal si Fulan.'
Golongan ini MENDAPAT PAHALA karena NIAT TULUSNYA itu, dan pahalanya SAMA seperti pahala si Fulan yang berinfak.


(3.) Golongan yang dikaruniai HARTA namun TIDAK dikaruniai ILMU AGAMA.

Dia memakai hartanya tanpa ilmu agama.
- Akibatnya dia TIDAK BERTAKWA kepada Allah terkait hartanya.
- Tidak menyambung tali silaturahmi dengannya, serta
- Tidak mengetahui hak-hak Allah di dalam hartanya itu.
Golongan ini menempati kedudukan TERBURUK.


(4.) Golongan yang TIDAK dikaruniai HARTA dan TIDAK dikaruniai ILMU AGAMA.

Orang ini bertekad : 'Seandainya saja aku mempunyai harta, niscaya aku akan melakukan KEBURUKAN SEPERTI si Fulan'.
Orang ini akan DIBALAS SESUAI KESUNGGUHAN tekadnya itu, dan dia mendapatkan DOSA SEPERTI DOSA SI FULAN".


[Shahih; Hr. Ath Thirmidzi 2325, Shahihul Jaami' - Albani 3024]



Depok, 24 Maret 2016

🏢 management "ICA" takhassus assunnah📚


Rekening : BIDIK INFAQ

Bersama "ICA"
Bank Syariah Mandiri
ac: 709 6755 176
an: Yayasan Islamic Centre As Sunnah


Konfirmasi donasi:

ADE FAISAL: 0815 1680 048 (WA)  ➡ contoh ketik;
bidik infak #nama#
alamat#jumlah
🌐https:www.facebook.com/groups/1674877656095925/

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok




Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Musuhmu

🌴🌴 MUSUHMU 🌱🌱

Memiliki satu musuh sudah sangat banyak


Mempunyai seribu sohib masihlah kurang, itulah pesan salah seorang ulama’!

Biasanya seorang yang memiliki musuh  akan berusaha untuk menyakiti musuhnya…

Kecuali syetan… banyak dari kita yang telah mengetahui bahwa dia adalah musuh kita, tapi malah berkawan dan bersahabat dengannya

Bahkan melakukan hal-hal yang menyenangkan syaitan
Padahal Allah telah mengingatkan:

  
 )) إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا  ((   
     
”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu maka jadikanlah dia sebagai musuhmu.” 
(QS Fathir: 6)

Akhi/Ukhti…
Siapapun yang membencimu
Siapapun yang memusuhimu

Ada satu langkah untuk menyakitinya

Untuk membuatnya gusar dan sengsara;

Satu langkah yang diridhai Allah, namun membuat musuhmu sengsara
membuatnya seperti cacing yang kepanasan

Yaitu: memperbaiki diri

Dekatkan dirimu pada Ilahi

Tinggalkan segala yang dibenci Rabbi

Basahi bibirmu dengan asma Allah

Tidak perlu kamu mendengki dan menghasut
Apalagi berbuat yang tak dibenarkan
Cukup kamu memperbaiki diri, Niscaya kamu sudah menyakiti musuh-musuhmu, dari bangsa Jin dan Manusia

Seorang alim ulama’ pernah berwasiat:

  
   إذا أردت أن تؤذي عدوك فأصلح نفسك 

“Bila kamu ingin menyakiti musuhmu, maka perbaikilah dirimu”.

Tiada senjata yang lebih ampuh, lebih dari kita memperbaiki diri sendiri

Selamat mencoba. Semoga manfaat

Sumber Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah, MA

 ------------------------------------------🏢 management "ICA" takhassus assunnah📚

Rekening : BIDIK INFAQ

Bersama "ICA"
Bank Syariah Mandiri
ac: 709 6755 176
an: Yayasan Islamic Centre As Sunnah

Konfirmasi donasi:

ADE FAISAL: 0815 1680 048 (WA)  ➡ contoh ketik;
bidik infak #nama#
alamat#jumlah
🌐https:www.facebook.com/groups/1674877656095925/

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Tanyakan Aku Jika Kalian Tidak Menjumpaiku di Surga

Kamis, 24 Maret 2016

# Tanyakan Aku Jika Kalian Tidak Menjumpaiku di Surga


Sahabatku yang shalih..

Terima Kasih dan Jazakumullahu khaira
Sudah menjadi sahabat yang shalih di dunia
Sama-sama saling Mengingatkan kampung abadi kita di Surga InsyaAllah


Engkau tentu ingat kita melangkah bersama ke majelis ilmu


Saling setoran hapalan Al-Quran bersama, Menghafal wazan bahasa Arab bersama,
Menjadi panitia kajian dan kegiatan sosial bersama
Saling Ingatkan agar kuliah sukses sebagai bentuk bakti kepada orang tua
Terlalu banyak kenangan bersama dalam ketaaan
Langkah bersama yang akan menjadi hujjah saling bertanya keberadaan kita di surga
Tentunya akan menjadi kenangan indah saat reuni di surga insyaAllah


Tanyakanlah jika engkau tidak menjumpaiku di surga



Ibnul Jauzi rahimahullah berkata kepada sahabat-sahabatnya,



إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك



”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Rabb kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Kemudian beliau menangis.


Aku masih ingat engkau marah-marah kalau adzan dan aku masih bermalas-ria

Mimik khas wajahmu berubah tatkala aku bilang,
“Maaf, gak ada waktu kajian, sibuk kuliah dan kerja”
Apalagi ketika mulai menjauh dari kumpulan orang shalih dan majelis ilmu,
SMS-mu yang bertubi-tubi pasti datang untuk mendekatkan
Tatkala sudah jauh dan lingkungan kerjaku sekarang berbeda dengan lingkungan kuliah, banyak fitnah/ujian
Marahmu, mimik wajahmu dan SMS-SMSmu…
Kini aku rindukan


Setelah jauh baru aku sadar, siapa sahabatku yang sebenarnya…



ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ



“Shadiqaka man shadaqaka laa man shaddaqaka”



“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu”



Tapi doakanlah aku

Di sini akan kan berusaha istiqamah dan mencari teman shalih lainnya
Kebersamaan kita dalam ketaatan dahulunya jadikanlah syafaat
Syafaatmu dengan menanyakan aku jika engkau tidak menjumpaiku di surga


Note:

1. Sahabat yang shalih bisa memberikan syafaat sahabatnya sehingga akan ditarik ke surga


Hasan Al- Bashri berkata,



استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة



”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)



2. Dalilnya adalah hadits, di mana mereka menyebut kebersamaan: pernah berpuasa, shalat dan haji BERSAMA



Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,



حتى إذا خلص المؤمنون من النار، فوالذي نفسي بيده، ما منكم من أحد بأشد مناشدة لله في استقصاء الحق من المؤمنين لله يوم القيامة لإخوانهم الذين في النار، يقولون: ربنا كانوا يصومون معنا ويصلون ويحجون، فيقال لهم: أخرجوا من عرفتم، فتحرم صورهم على النار، فيخرجون خلقا كثيرا قد أخذت النار إلى نصف ساقيه، وإلى ركبتيه، ثم يقولون: ربنا ما بقي فيها أحد ممن أمرتنا به، فيقول: ارجعوا فمن وجدتم في قلبه مثقال دينار من خير فأخرجوه، فيخرجون خلقا كثيرا، ثم يقولون: ربنا لم نذر فيها أحدا ممن أمرتنا…



Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.



Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka.



Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.



Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”



Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”



Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR.Muslim 183) 



 🌺 By Management ICA - Takhassus Assunnah 📚🏢


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok


Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Fatwa Syaikh Al-Utsaimin tentang Pengumuman Sholat Gerhana

.:::: FATWA SYAIKH AL-UTSAIMIN TENTANG PENGUMUMAN SHOLAT GERHANA ::::.


وأما إخبار الناس بها قبل حدوثها، فأنا أرى أنه لا ينبغي أن يخبروا بها، لأنهم إذا أخبروا بها استعدوا لها وكأنها صلاة رغبة، كأنهم يستعدون لصلاة العيد، وصارت تأتيهم على استعداد للفعل لا على تخوف، لكن إذا حدثت فجأة، حصل من الرهبة والخوف ما لا يحصل لمن كان عالماً‏.‏ 



Adapun mengumumkan kepada masyarakat tentang shalat Gerhana sebelum terjadinya, maka aku memandang tidak bolehnya mengumumkannya, karena apabila diumumkan mereka akan bersiap-siap, seakan-akan shalat ini seperti shalat yang diharapkan (dinantikan), sebagaimana mereka menantikan shalat Id. Jika demikian, maka ketika gerhana datang mereka melakukan shalat karena persiapan bukan karena ketakutan.



Namun apabila Gerhana itu terjadi secara tiba-tiba, timbullah rasa khawatir dan takut yang ini tidak akan didapatkan kecuali bagi orang yang 'aalim.



(Majmu' Fatawa wa Rasail Fadhilatisy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsamini Juz 16, hal. 300)


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.
 
Flag Counter

Most Reading

Sidebar One