Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Memahami Al-Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman para Salafusshalih

Hukum Penyebaran Berita Gerhana

Kamis, 24 Maret 2016

HUKUM PENYEBARAN BERITA GERHANA & HUKUM SHOLAT GERHANA Hanya Berdasarkan Berita Tersebut !


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ



Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,



إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، وَلاَ لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا



“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, tidaklah terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak pula karena kelahirannya, maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbir, sholat dan bersedekah.”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]


Dalam hadits yang mulia ini Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengaitkan antara memperbanyak doa, takbir, sholat dan sedekah dengan “melihat” gerhana. Maka barangsiapa yang melihat kejadiannya, disyari’atkan baginya untuk melakukan amalan-amalan tersebut. Adapun yang tidak melihatnya secara langsung (yaitu penduduk suatu daerah tidak melihat gerhana, walau di daerah lain terlihat), apakah karena terhalang mendung atau sebab yang lainnya, maka tidak disyari’atkan baginya untuk melakukan itu hanya berdasarkan berita-berita media atau informasi dari ahli astronomi.



Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,



أما أخبار الحسابيين عن أوقات الكسوف فلا يعول عليها , وقد صرح بذلك جماعة من أهل العلم , منهم: شيخ الإسلام ابن تيمية وتلميذه العلامة ابن القيم رحمة الله عليهما ; لأنهم يخطئون في بعض الأحيان في حسابهم , فلا يجوز التعويل عليهم , ولا يشرع لأحد أن يصلي صلاة الكسوف بناء على قولهم , وإنما تشرع صلاة الكسوف عند وقوعه ومشاهدته



فينبغي لوزارات الإعلام منع نشر أخبار أصحاب الحساب عن أوقات الكسوف حتى لا يغتر بأخبارهم بعض الناس ; ولأن نشر أخبارهم قد يخفف وقع أمر الكسوف في قلوب الناس , والله سبحانه وتعالى إنما قدره لتخويف الناس وتذكيرهم ; ليذكروه ويتقوه ويدعوه ويحسنوا إلى عباده، والله ولي التوفيق



“Adapun berita-berita ahli astronomi tentang waktu-waktu gerhana maka tidak boleh dijadikan sandaran untuk melakukan sholat gerhana, dan hal tersebut telah ditegaskan oleh banyak ulama, diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau Al-‘Allamah Ibnul qoyyim rahmatullaahi ‘alaihima, karena para ahli astronomi tersebut kadang salah dan kadang benar dalam hisab mereka, maka tidak boleh bersandar kepada mereka, dan tidak disunnahkan bagi seorang pun untuk melakukan sholat gerhana dengan bersandarkan pendapat mereka, hanyalah sholat gerhana itu disyari’atkan ketika terjadinya dan disaksikan secara langsung.



Maka sepatutnya bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika melarang para ahli astronomi untuk mengabarkan waktu-waktu terjadinya gerhana, agar sebagian orang tidak tertipu dengan berita-berita mereka (yang kadang salah dan kadang benar), dan karena adanya penyebaran berita tersebut dapat mengurangi dahsyatnya pengaruh gerhana di hati-hati manusia, padahal Allah ta’ala menetapkannya untuk mempertakuti manusia dan mengingatkan mereka, agar mereka berdzikir kepada-Nya, bertakwa kepada-Nya, berdoa kepada-Nya dan berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya. Wallaahu Waliyyuttaufiq.” [Majmu’ Al-Fatawa, 13/36]



Asy-Syaikhul Faqih Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,



الأولى فيما أرى عدم الإخبار، لأن إتيان الكسوف بغتة أشد وقعاً في النفوس، ولهذا نجد أن الناس لما علموا الأسباب الحسية للكسوف، وعلموا به قبل وقوعه، ضعف أمره في قلوب الناس، ولهذا كان الناس قبل العلم بهذه الأمور، إذا حصل كسوف خافوا خوفاً شديداً، وبكوا وانطلقوا إلى المساجد خائفين وجلين، والله المستعان



“Lebih baik menurutku tidak mengabarkan berita akan terjadinya gerhana, karena datangnya gerhana secara tiba-tiba tanpa diketahui sebelumnya lebih dahsyat pengaruhnya bagi jiwa, oleh karena itu kita dapati bahwa manusia apabila telah mengetahui sebab-sebab inderawi akan munculnya gerhana, dan mereka mengetahuinya sebelum terjadi, maka melemah pengaruhnya di dalam hati-hati manusia, dan sebaliknya, apabila manusia belum mengetahui akan terjadinya, ketika terjadi maka mereka akan sangat takut, menangis dan bersegera menuju masjid-masjid dalam keadaan takut dan gemetar. Wallaahul Musta’an.” [Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail: 5931]



Asy-Syaikhul Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah juga berkata,



لا يجوز أن يصلي اعتماداً على ما ينشر في الجرائد، أو يذكر بعض الفلكيين، إذا كانت السماء غيماً ولم ير الكسوف؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم علق الحكم بالرؤية، فقال عليه الصلاة والسلام: «فإذا رأيتموهما فافزعوا إلى الصلاة»، ومن الجائز أن الله تعالى يخفي هذا الكسوف عن قوم دون آخرين لحكمة يريدها



“Tidak boleh melakukan sholat gerhana hanya berdasarkan pada berita yang tersebar di koran-koran atau pengabaran ahli falak (tanpa melihat langsung), apabila langit mendung dan gerhana tidak terlihat, karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengaitkan hukum (sholat) dengan melihat (gerhana), beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Maka apabila kalian melihat gerhana bersegeralah untuk sholat.” Dan bisa jadi Allah ta’ala tidak menampakkan gerhana ini bagi suatu kaum sedang yang lainnya dapat melihatnya, karena suatu hikmah yang Allah inginkan.”[Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail: 3041]



وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Dengan Tauhid, di Pasar-pun ada pintu Syurga

Kamis, 10 Maret 2016

💡Faidah Doā.
_____________

...🛣...

"Dengan Tauhid, di Pasar-pun ada pintu Syurga"


🏢...Doā ketika hendak masuk Pasar/ Mall, dkk.




Dari Ùmar bin Khaththab radhiyallāhu ànhu, bahwa Rasulullāh shallallāhu àlaihi wa sallam bersabda:


"مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ: 


[لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير]


كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ".


وفي رواية: 

"...وبنى له بيتاً في الجنة".

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca:


✅Lā ilāha illallāh wahdahu laa syarika lah.


✅Lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyī wa yumīt wa huwa hayyun lā yamūt.


✅Bi yadihil khair, wa huwa àlā kulli sya-in qadīr” 



[Arti: tidak ada pantas dan berhak diibadahi selain Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya.


MilikNya-lah segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati. 


Ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu]


...maka Allāh akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya  sejuta kesalahan, dan meninggikannya sejuta derajat".


 Dalam riwayat lain: 

"...dan membangunkan untuknya sebuah rumah di Syurga".


HR. At-Tirmidziy, dihasankan Al-Albaniy dalam Shahih At-Tirmidzi 2/152.




Share Faidah.


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Agar Harta Anda Pasti Aman

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..🌺☝
📖 Agar Harta Anda Pasti Aman


🔎 Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu berkata :



مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَجْعَلَ كَنْزَهُ فِي السَّمَاءِ حَيْثُ لاَ يَأْكُلُهُ السُّوْسُ وَلاَ يَنَالُهُ السُّرَّاقُ فَلْيَفْعَلْ، فَإِنّ قَلْبَ الرَّجُلِ مَعَ كَنْزِهِ



"Barangsiapa yang mampu untuk meletakkan harta simpanannya di langit -sehingga tidak dimakan oleh ulat, dan tidak pula bisa disentuh para pencuri- maka lakukanlah, karena hati seseorang bersama harta simpanannya" (Al-Fawaaid karya Ibnul Qoyyim rahimahullah hal 159)



Nasehat yang berharga agar menyimpan harta di langit yaitu dikeluarkan untuk di jalan Allah dengan disedekahkan atau diwakafkan atau semua yang diridoi oleh Allah. Karena jika telah dikeluarkan sesuai yang diridoi Allah maka harta telah menjadi aman, tidak usah dipikirkan lagi, pasti terjaga hingga di akhirat kelat.



🍃 Adapun jika harta masih di simpan maka akan menjadi beban pikiran, takut rusak dimakan ulat -jika berupa tumbuhan-, atau dicuri, atau, bangkrut, atau berkurang, dll.



✒ Ustadz Firanda Andirja, MA

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
By Management ICA Takassus Assunnah 📚🏢

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Ngaji Tanpa Arah

Senin, 07 Maret 2016

📝 📡 Ngaji Tanpa Arah ❓


( 📝 Diambil dari faedah kajian bersama Ustadz Abdullah Zein hafidzahulloh)



🔊 Setelah beliau membuka khutbatul hajah, maka beliau melanjutkan perkataannya :



💽🔊 Beberapa belas tahun yang lalu kajian sunnah belum semarak ini, sekarang subhanalloh. 



➡ Dan ini tidak lain berkat taufik dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala kemudian teknologi berupa media cetak maupun elektronik seperti internet dan yang lainnya. Maka terjadi lonjakan yang luar biasa dalam dakwah sunnah ini dan ini tentu sesuatu yg menggembirakan, sesuatu yang membuat hati orang-orang beriman merasa senang dan bahagia. 



↪ Akan tetapi sudah menjadi sunatulloh, segala sesuatu yang semakin besar maka pasti tantangannya pun besar, semakin tinggi maka tantangannya semakin berat. Klw diumpamakan pohon, antara angin yang dialami oleh rumput teki atau rumput kecil dengan angin yang dihadapi oleh pohon kelapa sama tidak..? Tidak sama. Meskipun anginya sama tapi kekuatannya berbeda. Begitu pula dengan dakwah Ahlus Sunnah wal Jama'ah semakin besar maka ujiannya semakin berat, baik itu dari luar maupun dari dalam.



⏩ Dari luar banyak orang yang mungkin tidak suka dengan adanya ajaran umat kembali kepada ajaran Islam yang benar dan masih orsinil bukan ajaran umat Islam yang sudah bercampur aduk dengan ajaran-ajaran yang lainnya. Sehingga animo masyarakat kembali ke ajaran yg benar semakin besar, maka kejayaan Islam sebentar lagi akan dicapai dan ini tidak disukai oleh musuh-musuh Islam. 



⤵ Adapun tantangan dari dalam dan ini yang lebih berbahaya diantaranya yaitu fenomena adanya "Ngaji Tanpa Arah". Itulah topik yang akan kita kaji.



✒ "Ngaji Tanpa Arah" itu ada beberapa level, diantaranya : 



1⃣. Levelnya orang awam (level dasar), dan



2⃣. Levelnya ikhwan dan akhwat yg sudah lama ngaji.



➡ 1.Levelnya orang awam 



✅ Yaitu ketika dia ngaji tidak selektif dalam memilih guru/ustadz.



🔸 Yang penting ada pengajian,  maka datang. Ngga penting bagaimana ilmunya.



🔸 Ngaji yang penting rame, rame jama'ahnya dan yang penting lucu ustadznya.



↘ Padahal seorang ulama dahulu pembesar dari kalangan tabi'in, Muhammad bin Sirin berkata :



إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم



💬 ”Sesungguhnya ilmu ini bagian dari agama, maka lihatlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian”



😇 Di sini bilang tauhid, di sana bilang syirik, di sini bilang sunnah, di sana bilang bid'ah. Jadi bingung, maka ini yg dinamakan ngaji tanpa arah.



↪ Kemudian...



➡ 2.  Levelnya ikhwan dan akhwat yg sudah puluhan tahun ngaji tapi ngga tau arah.


✒🔊 Sebelum dijelaskan tentang ciri-cirinya. Akan kita jelaskan tentang apa bahayanya... 


⚠ Bahayanya seperti org keluar rumah tanpa tau tujuan mau kemana.. Jadi org-orang yg ngaji tanpa arah seperti orang keluar rumah ngg tau mau kemana... Padahal tujuan akhir kita ngaji adalah masuk surga..

Tujuan ngaji adalah dapat ilmu, diamalkan sehingga masuk surga, akan tetapi jika arah ngaji kita salah maka bisa sebaliknya.


✔ Ciri-ciri level ikhwan dan akhwat ngaji tanpa arah yaitu :



√ Ciri pertama yaitu org yg ngaji ngga pake skala prioritas.



⏩ Ilmu agama semuanya penting dan semua wajib dipelajari tetapi dari semua yang penting ada yg lebih penting dari itu semua dan ini harus diutamakan. Ilmu agama itu banyak seperti aqidah, fiqh, al-Qur'an, sejarah ada ilmu fara'id, ada ilmu nahwu dan shorof dan muhadatsah. Maka cari yang lebih utama bagi diri kita.



💍 Dulu para sahabat mulai dari mereka masih kecil mmemprioritaskan tentang iman ('aqidah).



📓 Sebagaimana yg diriwayatkan oleh Jundub bin Abdillah yang diriwayatkan ibnu Majah...



💬 Dulu kami masih kecil kami biasa bersama-sama rasul, kami belajar iman dahulu baru kemudian ilmu al-Qur'an, sehingga bertambah kuat iman para sahabat, tapi sekarang kalian belajar al-Qur'an baru iman. Dan anak-anak kita belajar baca al-qur'an dulu baru aqidah sehingga ketika seseorang telah menjadi hafidz/hafal al-qur'an tetapi masih melakukan kesyirikan padahal jelas di dalam al-qur'an banyak di jelaskan tentang Alloh yg menciptakan, memberi rezeki dan pengatur alam semesta maka semuanya untuk mentauhidkan Alloh, karena Alloh yg berhak di ibadahi, dikarena tidak tahu aqidah. Jadi belajar iman maksudnya adalah aqidah



✔ Belajar ilmu aqidah dulu seperti :

- rukun iman.
- rukun islam.
- cara sholat : seperti rukun sholat itu apa saja, lalu tentang puasa, zakat, dan ilmu lainnya. Jika ia pedagang maka wajib belajar ilmu pedagang.


√ Ciri yang kedua ngaji tanpa arah :



- Ngaji tidak sistematik (tidak dari dasar). 



↘ Seperti belajar ilmu 'aqidah tidak dari dasar. Maka belajar ilmu itu harus dari dasar. Jadi cabang-cabang ilmu itu belajar dari dasar. Contoh belajar ilmu 'aqidah yang paling ringkas kitab Ushuluts Tsalasah dan harus dengan guru. Sehingga belajar ilmu dengan sistematik maka ilmunya matang. Belajarlah kitab mulai dari yang paling dasar jangan by pass langsung ke level lanjutan. 



🌈 Fenomena kaum muslimin saat ini adalah :



✔ Senangnya ngaji yg temanya tematik, tabligh akbar atau ngaji kuliner (ngaji nyicip-nyicip, ini enak, itu ngga enak).



✔ Ustadnya yang terkenal, tetapi tidak mau menghadiri kajian  rutin yg membahas kitab dari dasar. Tidak mau menghadiri kajian sunnah ustadz yg lokal yg ada di sekitar kita.



✅ Padahal salah satu kunci keberhasilan ngaji ialah bersabarlah dengan kekurangan guru, jika gurunya saja kurang apalagi dengan muridnya.



✔ Jadi, harus terarah bukan ngaji kuliner. Waallohu a'lam bish showaab.



🏡 By management ICA Takhassus assunnah..📚🏢



Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok



Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Untuk OrangTua yang Anaknya Mondok

Sabtu, 27 Februari 2016

UTK ORTU YG ANAKNYA MONDOK

Pesan KH Hasan Abdullah Sahal untuk Orang Tua Santri.



"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih..ikhlas.. ikhlas.. ikhlas..


Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget".


Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an..yakin.. yakin..harus yakin..


Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.." (kalo sdh tua menangis krn anak2 kamu lalai thdp urusan akhirat....kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah...lupa surga)


Barokallahu fikum ..trima kasih atas nasehat ust KH Hasan Abdullah Sahal semoga menjadi motivasi bagi orang tua yg akan memasukan anaknya ke Pesantren....jangan lupa pesantren yg bermanhajj Ahlus sunnah ....supaya belajar al.quran dan assunnah..bukan mempelajari ilmu yg tdk diajarkan oleh al.quran dan assunnah nanti nyesel 2X sudah meninggalkan rumah dapat ilmu yg tdk sesuai dgn sunnah..☝


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok


Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Keutamaan Berbakti kepada Ibu

# Keutamaan Berbakti kepada Ibu🌺


Dari Abdullah ibnu Abbas, seorang pria datang kepadanya lalu berkata,



إِنِّى خَطِبْتُ امْرَأَةً، فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِي، وَخَطَبَهَا غَيْرِى، فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ، فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا، فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ؟ قَالَ: أُمُّكَ حَيَّةٌ؟ قَالَ: لاَ. قَالَ: تُبْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْتَ. فَذَهَبْتُ، فَسَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ: لِمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَاةِ أُمِّهِ؟ فَقَالَ: "إِنِّى لاَ أَعْلَمُ عَمَلاً أَقْرَبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ



”Saya meminang seorang wanita, tetapi perempuan itu menolak pinanganku. Setelah kedatanganku, seorang pria datang meminangnya dan wanita tersebut menerimanya. Saya pun cemburu, kemudian saya membunuh wanita itu. Apakah masih ada taubat untukku?" 



Ibnu Abbas lalu bertanya, ”Apakah ibumu masih hidup?" 



Dia menjawab, "Tidak.” 



Ibnu Abbas lalu berkata, "Bertaubatlah kepada Allah dan dekatkan dirimu kepada-Nya sesuai kemampuan." 



Atha’ ibnu Yasar lalu bertanya pada Ibnu Abbas, "Mengapa engkau bertanya mengenai ibunya?" 



Beliau menjawab, "Saya tidak tahu amalan (apalagi) yang paling mampu mendekatkan (diri seorang) kepada Allah ta'ala selain dari berbakti kepada ibu."



[Shahih. HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad. Lihat Ash Shahihah (2799)].

________________
📚Takhassus Assunnah 🏢
♻ Silahkan disebarluaskan

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok


Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Kisah Seorang Shalih yang dibisiki Syaithan agar Berzina

KISAH SEORANG SHALIH YANG DIBISIKI SYAITHAN AGAR BERZINA DENGAN GADIS CANTIK..


Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity mengisahkan;



"Dahulu ada seorang penuntut ilmu yang memiliki wajah yang sangat tampan. Banyak wanita yang tergila-gila padanya. Pemuda itu tinggal sendiri. Hingga disuatu malam yang sangat dingin, tiba-tiba masuklah seorang gadis cantik yang tak lain adalah anak tetangganya. Dengan wajah memelas ia mengatakan kalau ayahnya tidak membukakan pintu untuknya, sehingga ia terpaksa masuk menemui pemuda tersebut.



Melihat kondisi sang gadis, pemuda tadi seolah tak punya pilihan lain kecuali mengizinkannya masuk. Lampu untuk murajaah (mengulang pelajaran) baru saja dinyalakan. Tiba-tiba syaitan membisikinya untuk melakukan zina dengan wanita tersebut, syahwatnya seolah tak terbendung lagi.



Tahukah anda apa yang dilakukan pemuda tadi.?



dia meletakkan jari telunjuknya tepat diatas nyala lampu, sambil menangis ia berkata, "Wahai diriku, apakah engkau sanggup menahan panasnya api neraka..?", 



 Sambil menangis ia terus mengulang-ngulang kalimat tersebut.

 Melihat peristiwa itu, sang gadis ikut menangis dan bergegas lari menemui ayahnya. dia menceritakan apa yang dilihatnya kepada sang ayah. Ayahnya lalu bersumpah bahwa tidak ada yang boleh menikahi anak gadisnya kecuali pemuda tersebut."


Akhirnya pemuda itu dinikahkan dengan sang gadis, padahal ia hanya seorang penuntut ilmu yang fakir lagi anak perantauan.



Begitulah..

 dia meninggalkan hal yang diharamkan Allah, lalu Allah pun menggantinya dengan apa yang dihalalkan-Nya"


Seorang penyair berkata:

 "Jika engkau menyendiri dalam kegelapan, sedangkan hawa nafsu mengajak pada kedurhakaan. Maka malulah dengan penglihatan Tuhan dan katakan pada jiwa, "sesungguhnya Pencipta kegelapan melihat aku"."


- Semoga bermanfaat...

🏢By Management ICA Takhassus Assunnah..📚🌺

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok


Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.
 
Flag Counter

Most Reading

Sidebar One