Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Memahami Al-Qur'an dan Sunnah menurut pemahaman para Salafusshalih

Keikhlasan-pun Sangat Membutuhkan Kesabaran

Selasa, 11 Oktober 2016

1) Sabar untuk *mengikhlaskan niat* dan membersihkannya dari riya’ dan tujuan duniawi tatkala sebelum beramal dan juga tatkala sedang beramal.


Jangan pernah membohongi diri, dengan menyatakan saya sedang berjuang di jalan Allah akan tetapi ternyata ada udang di balik batu.



Jika engkau membohongi dirimu, yang sekaligus berarti engkau membohongi Allah dan publik maka suatu saat Allah akan memunculkan udangmu tersebut dihadapan publik……. Maka berhati-hatilah…!



2) Setelah beramal harus sabar agar amalan tersebut *tidak dirusak oleh ujub dan takabbur* yang sewaktu waktu timbul karena kekaguman terhadap amalan tersebut atau merasa jasa dan peranmu yang besar sehingga jadilah engkau merasa sok “penting”. 



Padahal semua keberhasilanmu datangnya dari Allah semata



3) Sabar untuk *menyembunyikan amalan* tersebut dan tidak menampakannya kepada orang lain, karena pahala amalan yg tersembunyi lebih besar. 



Inipun butuh kesabaran yang besar, karena jiwa selalu ingin menceritakan amalannya kepada orang lain agar dihargai dan dihormati



4) Jika engkau berbuat baik kepada orang lain maka bersabarlah dengan menjaga keikhlasanmu dengan *tidak marah tatkala air susumu dibalas dengan air tuba* oleh orang yang kau bantu. 



Karena sesungguhnya engkau tdk mengarapkan “balas jasa”nya dan tidak pula ucapan “terima kasih”nya. 

Akan tetapi engkau HANYA mengharapkan WAJAH Allah


Allah berfirman:



إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا



"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk *mengharapkan KERIDHAAN Allah*, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan *TIDAK PULA (ucapan) TERIMAKASIH.*

[Qs. Al Insaan (76); ayat 9]


Setelah itu Allah berfirman :



وَجَزَاهُم بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا



"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,"

[QS Al-Insan (76);  ayat 12]



✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA


Sumber grup WA Kajian Ilmiyyah Depok

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat


Tata Tertib dalam Majelis Ilmu

Senin, 26 September 2016

Beberapa hal yang harus
Diperhatikan dan dihindarkan oleh Thalibul Ilm didalam Majelis Ilmu adalah :
1. Memainkan Ballpoint
2. Menengok kekiri dan
    Kekanan.
3. Menjulurkan kaki,
4. Suara Getar dan dering HP.
5. Berbicara,
6. Mengutakngatik HP,
7. Tidur,
8. Memberi komentar Saat ustadz sedang menjelaskan.
9. Memotret/mengambil photo.
10. Duduk bersandar.
11. Tidak duduk Rapat-Rapat.
12. Membawa Anak kecil kedalam Masjid. 
     
Untuk kelancaran kajian dan menjaga ketertiban Majelis ilmu, mari kita sama-sama menjaga Adab-adab ini.


Baarakallahu fiikum


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat

Mau Selamat Dunia Akhirat...?

Minggu, 25 September 2016

::: MAU SELAMAT DUNIA AKHIRAT... ? :::


Oleh :

Ustadz Djazuli LC Hafidzahullah

Ketahuilah, wahai saudaraku! Bahwa yg menghancurkan kebahagiaan & keselamatan hidup manusia di Dunia & Akhirat adalah dosa..

Allah berfirman,
“Dan setiap musibah yg menimpamu adalah karena ulah & dosamu.”
As-Syura:30

Maka untuk meraihnya, isilah seluruh umur dgn 4 perkara, agar senantiasa mendapat curahan rahmat & ampunan dari Allah Jalla wa’ala..

1. Taubat
* Jangan pernah menunda taubat & meremehkannya.

* Bertaubatlah kpd Allah dgn cara yg benar & jgn pernah bertaubat dgn cara yg tdk ada contohnya dari Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
* Penuhi syarat taubat, ikhlas, menyesal, membenci kesalahan yg lalu, bertekad untuk tdk mengulanginya & segera menyelesaikan semua permasalahan dgn manusia..

2.Ilmu yg bermanfaat

* Pastikan ilmu yg dicari adalah ilmu yg bersumber dr al-Qur’an & hadist sahih & sesuai dgn pemahaman sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
* Kenalilah Allah, Rasulmu & agamamu yg benar melalui ilmumu
* Tuntutlah ilmu agama yg membuatmu takut kpd Allah..

3. Amal saleh
* Pastikan semua amal yg kau kerjakan baik itu amalan hati, lisan maupun anggota badan adalah amal yg dikerjakan krn perintah Allah & sesuai dgn contoh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam

4. Mengikuti jalan2 hidayah
* Berkata sa’id bin zubair, “yaitu menjalankan agama yg sesuai dgn cara Rasul & sahabatnya radhiallahu ‘anhum..

Allah berfirman,”Sesungguhnya Aku akan mencurahkan ampunan kpd hamba-Ku yg sll bertaubat, beriman & beramal saleh kemudian meniti jalan hidayah.” QS Toha:82

Semoga Allah memberi keselamatan kpd Qt semua di Dunia & Akhirat!


*****

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat

Di luar Hitungan Manusia

Kamis, 18 Agustus 2016

DILUAR HITUNGAN MANUSIA!!!


Saudaraku Muslim...

Keimanan adalah puncak kebaikan dan bentuk nyata dari keimanan adalah mengimani apapun yang ada di dalam Al Quran dan hadits yang shahih, meskipun terkadang TIDAK MASUK HITUNGAN MATEMATIS KEBIASAAN MANUSIA!
contoh:
- Sedekah malah menambah harta
- Memaafkan dan tidak membalas dendam malah menambahkan harum nama ditengah manusia
- Tawadhu (rendah hati) malah menambah tinggi kedudukan di depan manusia


ingin contoh yang lain...

Berdoa membuat Nabi Zakaria 'alaihissalam yang tua renta dan Istrinya yang mandul mendapat karunia anak yaitu Yahya 'alaihissalam BAHKAN ISTRINYA YANG MANDUL JADI NORMAL.


Saudaraku Muslim...

Begitulah, semuanya diluar hitungan matematis manusia! DISINI HANYA PERLU IMAN SEYAKINNYA DAN AMAL SEBAIKNYA ATAS KONSEKUENSI DARI IMAN TERSEBUT!!!


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:

« مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّهِ إِلاَّ رَفَعَه اللَّهُ »
Artinya: "Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah sedekah mengurangi harta, tidaklah Allah menambahkan kepasa seorang hamba sifat pemaaf kecuali kekuasaan dan tidaklah seseorang merendahkan hati karena Allah melainkan Allah telah mengangkat detajatnya." HR. Muslim.


Kamis, 8 DzulQa'dah 1437H, Banjarmasin KalSel

Ahmad Zainuddin Al Banjary


ikuti terus channel telegram:

@ahmadzainuddin62
http://bit.ly/ahmadzainuddin62
@dakwahsunnahdotcom
http://bit.ly/dakwahsunnahdotcom

Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat

Taman Surga di Dunia

Sabtu, 16 Juli 2016

 *Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As Sidawi* _hafidzohulloh_


Sesungguhnya majlis ilmu adalah majlis yg penuh berkah, keutamaan dan taman surga di Dunia.

*Rasulullah* _Shollallohu 'Alaihi Wasssalam_ bersabda.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

*_"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya. Barangsiapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak mengangkatnya_*. _(HR. Muslim)_

*Beliau* _Shollallohu 'Alaihi Wasssalam_ juga bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

*_"Jika kalian melewati taman surga maka berhentilah. Mereka bertanya,”Apakah taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqoh dzikir (majlis Ilmu)_*. _(Riwayat At Tirmidzi)_

💠Maka diantara keutamaan majlis ilmu adalah sebagai berikut:

✅• Mengamalkan perintah Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mencontoh jalan hidup salaf shalih.

✅• Meraih ketenangan dan ketentraman hati

✅• Menggapai rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala

✅• Dipuji Allah di hadapan para malaikat. Subhanallah, siapakah kita sehingga disebut Allah di hadapan Malaikatnya?

✅• Menempuh satu jalan tuk meraih warisan para Rasul yg sering dilupakan manusia yaitu ilmu agama

✅• Meneladani adab dan akhlak dari seorang alim/ustadz.

✅. Mempererat ukhuwwah dg bertemu saudara2 seiman

✅. Menjaga iman agar tetap kokoh dan istiqomah

Maka semangatlah menghadiri taman-taman surga di dunia. Janganlah merasa malas karena alasan adanya radio, TV, video dan sebagainya, karena kita tdk tahu barangkali kita akan mendapatkan di majlis suatu faedah yg bisa mengantarkan kita ke surga.

💪🏼Yuk semangat!

____


📝Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

🌐Sumber : Channel Muslim.Or.Id
   
Repost by :   
👥 *SOBAT MUSLIM* group sharing kajian2 islam via WhatsApp & Telegram khusus _ikhwan_~(laki-laki)~    
📱 Admin: +62 853-1028-3995 (utk bergabung silahkan kirim pesan via WA / TG dg format: Daftar#Nama#Kota Domisili)   
📮 Join Channel Telegram *SOBAT MUSLIM* di : https://goo.gl/g64jcQ


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok.
Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

Jumat, 15 Juli 2016

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


Bismillah...



Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. 



Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.



Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.



Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:



1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.



2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.



3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]



Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.



Di antara sebab-sebab itu adalah.



1). Hilangnya keikhlasan.

2). Lemahnya ilmu syar’i.
3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11). Lemahnya pendidikan. [2]


Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. 



Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.



Di antara obat penyakit futur adalah.



1). Memperbaharui keimanan.



Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. 



Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.



2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.

3). Ikhlas dan takwa.
4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7). Mencari teman yang baik (shalih).
8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9). Sabar dan belajar untuk sabar.
10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [3]


Demikianlah nasehat ustadz yazid bin abdul qodir jawas..bagi penuntut ilmu..agar ttp semangat & terhindar dr penyakit futur...jgn lembek selepas Ramadhan dlm menuntut ilmu yg syar'i yaa..



Semoga kita ttp semangat & senantiasa istiqomah d jalanNya yg lurus,yg d Ridhoi..bkn jalanNya org2 yg d murkaiNya & SESAT..



والله أعلمُ بالـصـواب..smg manfaat...



[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa]

__________
Foote Notes
[1]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 22).
[2]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 43-71).
[3]. Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas.


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok.

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.

Nyawamu Seumur Jagung

Kamis, 14 Juli 2016

Lentera Da'wah:
☀️ NYAWAMU SEUMUR JAGUNG


Oleh: Ust. Zainal Abidin Lc



Mesin pabrik terus berbunyi,



Roda mobil terus berputar,



Baling-baling pesawat terus bergerak kencang, 



Nafas dan jantungmu berdetak kencang.



Ke manakah langkahmu kamu ayunkan, ke surga ataukah ke neraka.



Lihatlah rambutmu mulai kusut, kulitmu terlihat mulai keriput, mukamu sebentar lagi mengerut bak jeruk purut dan urat nadimu suatu saat tak lagi berdenyut serta nyawamu akan dicabut malaikat maut.



Bekal apakah yang kamu siapkan untuk menuju perjalanan akhirat yang amat jauh......!



Kematian terus mengitarimu siang malam, tapi......

Kamu terus asyik dengan dosa dan maksiat.
Hatimu enggan bertaubat
Dengan Allah-pun tetap kurang dekat.


Hingga hari ini.... kau lipat permadani ketaatan sedangkan kau hamparkan di depan matamu berbagai tikar kemaksiatan..



Kau kotori hatimu dengan berbagai macam kekufuran dan kesyirikan.



Kau nodai ibadah dan amalmu dengan berbagai macam kebid'ahan dan kesesatan.



Terus kapan kau mulai menapaki jalan kesalehan. Apalagi keluargamu dan orang-orang sekitarmu menuju kebenaran dan kebaikan.



Berbekallah dengan ketakwaan karena sudah masuk malam adakah jaminan umurmu akan masih bertahan hingga esok hari.



Sekarang hanya ada amal tiada hisab sementara esok di akhirat hanya ada hisab tiada lagi kesempatan untuk beramal.



Andaikan setelah mati, manusia dibiarkan tanpa hisab maka ketahuilah semua orang yang hidup dengan mudah berharap kematian.



Dunia ini amat pendek dan ternyata kita hanya mendapat jatah umur lebih pendek dari umur dunia yang pendek tersebut sehingga Rasulullah bersabda, "Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh jarang sekali umurnya yang lebih dari itu".



Kalau sebagian ulama salaf saat diajak berbicara dengan suatu yang tidak bermanfaat maka berkata, hentikan matahari dulu, bagaimana umurku bertambah namun kebaikanku tidak bertambah.



Tapi di antara kita dengan mudah membuang-buang untuk kesia-siaan; padahal Nabi bersabda, Termasuk tanda baiknya Islam seseorang bisa meninggalkan suatu yang tak berguna.



Kita hanguskan waktu kita di depan layar TV.



Kita hancurkan umur kita dengan duduk-duduk di bar dan caffee...



Kita buang waktu di kolam pemancingan dan di depan meja billiard, catur dan meja judi.



al-Qur'an dan hadits banyak yang belum kita pelajari dan kita hafalkan, namun kita dengan gampang membuang waktu dengan berbagai macam obrolan yang sia-sia.



Sementara Rasulullah bersabda, "Tidak pernah menyesal penghuni surga saat masuk surga kecuali atas satu, waktu terlewat tidak berdzikir kepada Allah".



Umur adalah amanah dan waktu adalah nikmat namun banyak orang silau dan tertipu padahal semuanya akan dipertanyakan Allah sebagaimana sabda, "Dua kenikmatan, di mana banyak manusia yang tertipu dengannya, sehat dan kelonggaran".



Kau tidak merasa berdosa dengan penelantaran umur dan waktu padahal NYAWAMU BISA JADI TINGGAL SEUMUR JAGUNG!!!


Sumber Grup WA Kajian Ilmiyyah Depok.

Silahkan kunjungi satucarajitu.blogspot.com untuk informasi lain yang bermanfaat.
 
Flag Counter

Most Reading

Sidebar One